Kamis, 19 Maret 2009

Antara gaun dan kebaya


Bagi kaum hawa yang sedang kasak-kusuk mencari kebaya modern paling tepat pada acara lamaran nanti, ada beberapa hal penting yang bisa menjadi perhatian. Yang jelas, selain persiapan matang agar acara berjalan lancar, tentu saja penampilan pun harus cantik dengan baju-baju pilihan. Sebaiknya, nuansa dan model kebaya harus sesuai dengan tema acara lamaran nanti. Yang pasti dua hal yang harus diperhatikan ialah bahan kain dan desainnya yang menarik dan istimewa.
Menurut situs hanyawanita.com, dijelaskan bahwa acara lamaran bisa bersifat formal dan non-formal. Lalu apakah si wanita masuk kategori perempuan feminin atau tomboi. Ini akan terefleksi pada pemilihan jenis kebaya modern nanti. Biasanya, kebaya tradisional paling banyak dipilih untuk acara-acara lamaran ketimbang gaun-gaun malam, walau sebenarnya tidak salah juga.Untungnya, kebaya tradisional untuk acara lamaran hanya merupakan sebuah awal dari sebuah prosesi pernikahan yang amat panjang dan mungkin boleh jadi terbilang ribet. Untuk itu, penjahit kebaya pada acara pelamaran biasanya sederhana tidak terlalu ramai bahkan dandanan make-up pun juga biasanya tidak terlalu berat. Penampilan dari sebuah kebaya yang sederhana namun istimewa tetap bisa menjadikan saat pelamaran menjadi sebuah momentum yang tak terlupakan. Apa yang menjadi keistimewaan dari sebuah kebaya sederhana? Biasanya penjahit kebaya modern, lebih tahu dalam hal pembuatan kebaya ini.Yang jelas kalau tadi dibilang tidak se-ribet kebaya pernikahan, maka yang satu ini tidak perlu dibubuhkan payet-payet cantik pada kain brokat oleh penjahit kebaya modern. Tapi jalan keluarnya, bisa memilih kebaya kain brokat Jepang atau Prancis. Kalau Anda tergolong seorang perempuan yang simpel dalam memilih pakaian, maka tidak ada salahnya juga memilih model kebaya encim yang banyak dibuat oleh penjahit kebaya tradisional untuk acara bersejarah dalam hidup Anda nanti. Cukup mudah untuk memilih kain kebaya encim. Ciri-cirinya, pada bagian kancing bahan sudah memiliki bordir sendiri. Dan biasanya terbuat dari bahan chiffon.
Bagi perempuan yang tergolong feminin, maka model kebaya yang sedang tren tetap dengan garis simpel yang sederhana. Jenis ini teraplikasi pada jenis kebaya off-shoulder. Artinya bagian pundak terlihat jelas alias terbuka. Pinggiran kebaya melingkar jauh di bawah leher dan melebar sampai hampir ke pundak. Bagi yang berdada kecil, siasati dengan menambahkan payet pada bagian tersebut. Selain itu pula ada jenis kebaya yang berkerah Shanghai, yang dibuat oleh salah satu penjahit kebaya modern. Ini merupakan pilihan tepat bagi perempuan yang berpostur kurus. Payet yang mendetail bisa menolong untuk memecahkan hal ini juga. Pasalnya, payet bisa menciptakan ilusi hingga tubuh tampak lebih besar, penjahit kebaya tradisional biasanya lebih tahu untuk hal ini.Ini juga bisa dijadikan ajang untuk bereksperimen menyambut hari “H” nanti. Artinya, acara pelamaran biasanya tidak begitu terpaku dengan adat-istiadat daerah asal. Meski ada juga beberapa. Tapi biasanya tidak begitu kental. Untuk kasus ini kenapa juga tidak mencoba gaya yang penuh avonturis. Misalnya, mencoba menjahit kebaya yang mengikuti gaya orang Bali. Ciri khas dari kebaya yang satu ini ialah ada penambahan obi pada bagian pinggang. Lalu juga, tidak ada salahnya bertanya pada penjahit kebaya untuk memadukan warna korset satin yang untuk dalaman yang warnanya jreng. Berarti warnanya akan sedikit berbeda dengan warna padanan kebayanya. Dijamin, penampilan akan menjadi lebih moderen. Asyik kan?(hanyawanita.com/pir)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Busana Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Blogger Template